Berita

Pengusaha Bisnis Wifi Di Desa Jatisari Situbondo Diduga Belum Mengantongi Izin Dan Pihak Terkait Seakan Tutup Mata

×

Pengusaha Bisnis Wifi Di Desa Jatisari Situbondo Diduga Belum Mengantongi Izin Dan Pihak Terkait Seakan Tutup Mata

Sebarkan artikel ini

SITUBONDO — Dugaan adanya pembiaran dari Telkom atas Pengusaha bisnis, wifi nirkabel yang diduga tidak mengantongi izin resmi, pasalnya jaringan wifi nirkabel yang sampai saat ini masih beroprasi di wilayah Desa Jatisari.

Dalam hal ini juga terkesan ada nya pembiaran PLN dan telkom, yang mana wifi nirkabel tersebut menggunakan fasilitas tiang listrik milik PLN.

Pihak perusahaan internet asal main pasang kabel, diduga belum mengantongi izin, jelas tentang pelaksanaan perusahaan jaringan telekomunikasi, multimedia, dan informatika diatur: UNDANG-UNDAN RI NO.22. TAHUN 2009. UNDANG-UNDANG NO.38 TAHUN 2005
PERATURAN MENTERI PU NO.20/PRT/M/ 2010 PERDA KABUPATEN SITUBONDO NO.6 2011. Dengan jelas dituangkan tentang pemanfaatan dan pengunaan bagian pinggir jalan dan retrubusi perizinan.

Zaman yang serba internet, mendorong banyak perusahaan provider masuk ke berbagai pelosok untuk memperluas jangkauan. Akibatnya, kabel  fiber optic (FO) kini banyak bergelantungan di berbagai tempat di pesisir jalan lintas dan diperkampungan. kehadirannya banyak yang tidak melalui izin terlebih dahulu. Perusahaan provider sepertinya menghindari “Cost Social” yang lebih tinggi, dengan memasang langsung kabel tanpa izin warga.

Kami Jurnalis akan melaporkan, berdasarkan pantauan di lokasi, Keberadaan kabel-kabel provider internet saat ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Apalagi di tengah kota yang terlihat banyak kabel provider bergelantungan tidak tertata.Tentunya kondisi ini sangat mengganggu pemandangan dan keindahan cakrawala langit jatisari, Kamis (04/04/24).

Tak hanya di perkotaan, perusahaan provider kini juga berinvasi hingga ke pinggiran Kota Situbondo khususnya wilayah kabupaten, Salah satunya disepanjang wilayah Kecamatan Arjasa tepatnya di Desa Jatisari kabupaten Situbondo, Saat ini banyak provider internet masuk sampai kedesa bahkan kedusun. Dan tak sedikit warga yang mengeluh terkait jaringan atau sinyal kadang hilang kadang tidak karena efek dari wifi tersebut.

Baca Juga:
Ayah dan kakek kandung setubuhi gadis 15 tahun

Warga sangat menyayangkan, Karena dinilai keberadaan provider internet di satu sisi menambah estetika lingkungan menjadi tidak tertata.

“Dari kejadian itu, sebaiknya masyarakat harus sepakat untuk memperketat setiap pemasangan jaringan kabel provider internet. Bahkan harus ditanya masalah kelengkapan izin dari pemerintah.

Hal tersebut ditegaskan yang sempat menerima beberapa keluhan dari masyarakat. Adanya pemasangan kabel dianggap tidak berkesinambungan bergelaantungan ke tiang PLN. tiang,Telkom,Pohon bahkan menempel di tembok rumah warga.

Kami awak media mengamati diduga kuat tidak mengantongi ijin. Hal ini sudah melanggar Uandang Undang No 36 tahun 1999  pasal 11 ayat 1 dengan ancaman enam tahun dengan denda Rp 600.000.00 juta rupiah.

Hari ini kami bersama tim akan temui pihak dinas terkait dan telkom sekaligus ke kantor PLN Situbondo.

Sampai berita ini di tayangkan, Belum mendapatkan keterangan dari pihak pengusaha wifi tersebu karena sulit untuk ditemui